PAPER 13 - LOGIKA
July 12, 2018
Logika matematika merupakan
salah satu materi pelajaran matematika yang merupakan gabungan dari ilmu logika
dan ilmu matematika. Logika berasal dari bahasa yunani kuno yaitu λόγος (logos),
logos dapat diartikan sebagai hasil pertimbangan akal atau pikiran yang
dinyatakan lewat kata atau bahasa. Sedangkan jika diartikan secara sistematis,
logika dapat dianalisis berdasarkan nilai-nilai kebenaran.
1. Pernyataan
Pernyataan
yaitu kalimat yang mempunyi nilai benar atau salah, tetapi dengan pernyataan
keduanya (Benar-salah). Sebuah kalimat tidak dapat ditentukan
sebagai pernyataan apabila kita tidak bisa menentukan kebenaran atau kesalahan
dan bersifat relatif. Dalam logika matematika terdapat dua jenis pernyataan,
yaitu pernyataan tertutup dan pernyataan terbuka.
Pernyataan
tertutup adalah kalimat pernyataan yang sudah bisa dipastikan nilai benar/salah
nya.
pernyataan terbuka adalah kalimat pernyataan yang belum dapat dipastikan nilai benar/salah nya.
pernyataan terbuka adalah kalimat pernyataan yang belum dapat dipastikan nilai benar/salah nya.
Contoh :
- 2 X 4 = 8 (Sudah pasti benar / Pernyataan tertutup)
- 15 : 5 = 5 (Sudah pasti salah / Pernyataan tertutup)
- Gula putih rasanya manis (Harus dibuktikan dahulu / Pernyataan terbuka)
- Jarak antara Bogor dan Bekasi adalah dekat (Pernyataan relatif)
2. Negasi
Negasi atau Ingkaran merupakan pernyataan yang isinya mengingkari
pernyataan atau berisi kalimat sangakalan, negasi biasanya dibentuk dengan cara
menambahkan kata “tidak benar bahwa” pada awal kalimatnya atau
memberikan simbol ” ~” pada awal pernyataannya.
Contoh:
- Pernyataan 1
- Bumi itu Bulat
- Pernyataan 2
- Tidak benar bahwa Bumi itu bulat.
3. Konjungsi
Konjungsi
yaitu pernyataan majemuk yang dihubungkan dengan kata hubung “dan”
atau disimbolkan dengan “^”. Pernyataan konjungsi hanya memiliki
nilai benar jika kedua pernyataan di dalamnya bernilai benar. Jika salah satu
pernyataan bernilai salah, maka pernyataan konjungsi juga bernilai salah.
Perhatikan
tabel kesimpulan :

4. Disjungsi
Disjungsi
adalah pernyatan majemuk yang dihubungkan dengan kata “atau” yang
disimbolkan dengan “V” . Disjungsi merupakan kebalikan dari konjungsi.
Pernyataan disjungsi hanya akan bernilai salah jika kedua pernyataan yang
terdapat didalamnya bernilai salah. Jika salah satu pernyataan bernilai benar,
maka pernyataan disjungsi juga bernilai benar.
Perhatikan tabel dibawah ini.

5. Implikasi
Implikasi yaitu pernyataan majemuk yang diawali dengan kata jika
dan dihubungkan dengan kata hubung “maka” yang disimbolkan dengan “=>”.
Misal “p
=> q” dibaca “p maka q”.
Perhatikan tabel dibawah ini

6. Biimplikasi
Biimplikasi yaitu bentuk kompleks sari implikasi yang berarti “jika dan
hanya jika” yang disimbolkan dengan “<=>”.
Misal
p <=> q dibaca “p jika dan hanya jika q”.
Perhatikan tabel dibawah ini.

7. Ekuivalensi Pernyataan Majemuk
Ekuivalensi pernyataan majemuk yaitu persesuaian yang bisa
diterapkan dalam konsep-taan majemuk yang telah dijelaskan diatas, dengan
metode ini kita dapat mengetahui negasi dari konjungsi, disjungsi, implikasi
dan juga biimplikasi.
Konsep
ekuivalensi dinyatakan dalam rumus-rumus tertentu, seperti rumus berikut ini.

8. Konvers
Konvers
merupakan kebalikan dari implikasi yaitu ditandai dengan pertukaran letak.
Misalkan “p => q” , maka koners nya adalah “q => p”.
9. Invers
Invers adalah
lawan dari implikasi. Dalam invers, pernyataan yang terdapat pada pernyataan
majemuk merupakan negasi dari pernyataan pada implikasi. Misal p => q,
maka inversnya adalah ” ~p => ~q”
10. Kontraposisi
Sementara
kontraposisi merupakan kebalikan daripada invers sama halnya dengan konvers,
hanya pernyataan majemuknya merupakan negasi atau ingkaran. Misalkan invers “~p
=> ~q” . Maka kontraposisi nya adalah “~q => ~p”
11. Kuantor Pernyataan
Pernyataan
kuantor yaitu bentuk pernyataan yang didalamnya terdapat konsep kuantitas.
terdapat dua jenis kuantor, yaitu kuantor universal dan kuantor eksistensial.
- Kuantor universal digunakan dalam pernyataan yang menggunakan konsep setiap atau semua
- Kuantor eksistensial digunakan dalam pernyataan yang mengandung konsep ada, sebagian, beberapa, atau terdapat.
12. Ingkaran dari pernyataan berkuantor
Pernyataan
berkuantor memiliki negasi atau ingkaran. Negasi dari berkuantor universal
adalah kuantor eksistensial begitu juga sebaliknya. Perhatikan contoh berikut.
- p : beberapa mahasiswa memiliki semangat belajar yang tinggi
- ∼p : semua mahasiswa tidak memiliki semangat belajar yang tinggi
Source :
http://www.pelajaran.co.id/2016/01/logika-matematika-pengertian-penjelasan-lengkap-konsep-didalamnya.html
0 komentar