PAPER 3 - KEHIDUPAN DI BUMI
July 12, 2018
ASAL MULA KEHIDUPAN DI BUMI
Awal terbentuknya
bumi, yang dalam keadaan hangat, pijarnya secara
perlahan – lahan terus melakukan kondensasi, mendingin, lalu terbentuklah
kerak atau kulit bumi. Lalu,
diantaranya bagian-bagiannya
yang berbentuk cair membentuk samudera atau hidrosfer, sedangkan bagian yang
berbentuk gas disebut atmosfer dan yang berbentuk padat disebut litosfer.
Fakta telah
menunjukan bahwa bumi kita sejak awal memangul kehidupan. Diduga saat ini, usia bumi
kurang lebih telah mencapai 3.000
juta tahun, namun hadirnya kehidupan di atas bumi berubah sekitar 2.000 juta
tahun dan hal
ini berawal dari makhluk yang sangat sederhana. Hal tersebut diketahui
berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode perbandingan zat radioktif
dengan zat hasil luruhnya.
Dengan metode itu pula, telah diperkirakan bahwa bumi telah membentuk batuan
sejak 5 ribu juta tahun yang lalu. Dari hasil penelitian berbagai batuan, ternyata terdapat batuan yang berumur
3,5 juta tahun, yang
menunjukkan tanda – tanda sisa kehidupan atau fosil. Hal ini menandakan adanya kehidupan di bumi sejak saat itu.
Lapisan bumi yang dihuni oleh berbagai makhluk hidup
melangsungkan kehidupannya disebut biosfer. Dalam kehidupan makhluk hidup
tersebut, terbentuk suatu sistem hubungan antara makhluk hidup dengan materi
dan energi yang mengelilinginya.
Berikut merupakan
ciri – ciri sebuah benda hidup atau makhluk hidup :
1. Melakukan pertukaran zat atau metabolisme, yakni
adanya zat yang masuk dan keluar.
2. Tumbuh atau bertambah besar karena pertambahan dari
dalam dan bergerak.
3. Melakukan reproduksi atau berkembangbiak.
4.Memiliki irabilitas atau kepekaan terhadap rangsangan dan
memberikan reaksi terhadap rangsangan itu.
5. Memiliki kemampuan mengadakan adaptasi terhadap
lingkungan.
b. Dari mana asal kehidupan di Bumi
Terdapat beberapa
hipotesis atau teori yang
menjelaskan dari mana asal mula kehidupan di Bumi, diantaranya :
1. Hidup dari Tuhan
Pendapat ini lebih dikenal dengan paham bahwa Tuhan turun tangan secara langsung,
atau dikenal dengan
sebutan Teori Transedental , yang berpendapat bahwa semua ciptaan dari sisi
“Religi “ adalah Ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa dan itu luar jangkauan sains. Hal ini dapat dikatakan diluar
taraf dan batas ilmu pengetahuan.
2. Teori Cozmozoa
Teori ini mengatakan bahwa mahluk hidup berasal dari luar
angkasa yang diperkirakan
berasal dari suatu
benda berat telah menyebar
menjadi sebuah benda hidup
yang berasal dari sebuah partikel – partikel kecil. Terdapat dua asumsi :
a. Benda hidup itu ada atau telah ada di suatu tempat dalam
alam semesta ini.
b. Hidup itu dapat dipertahankan selama perjalanan
antarbenda angkasa di bumi.
3. Teori Fluger
Teori ini menyatakan
bahwa bumi berasal dari suatu materi yang sangat panas sekali, yang pada mulanya mengandung karbon dan nitrogen sehingga terbentuk cyanogen. Senyawa itu dapat
terbentuk pada suhu
yang sangat tinggi, yang
selanjutnya turut membentuk
zat protein protoplasma yang menjadi mahluk hidup.
4. Teori Moore
Teori ini menyatakan bahwa hidup dapat muncul dari kondisi yang
cocok atau pas dari bahan organik
pada saat bumi mengalami pendinginan, dan dalam kondisi itulah mahluk hidup muncul .
5. Teori Allen
Teori ini
menyatakan bahwa saat
bumi dalam keadaan berdifusi, ada beberapa reaksi terjadi, yaitu energi yang datang dari sinar
matahari akan diserap
oleh zat besi yang lembab lalu
menimbulkan pengaturan atom. Interaksi antara nitrogen,
karbon, hidrogen, oksigen dan sulfur, yang nantinya akan membentuk zat
– zat yang difus itu nanti
yang akhirnya akan
membentuk potoplasma benda hidup.
6. Generatio Spontanea
Sebelum abad 17, manusia telah menganggap bahwa makhluk hidup terbentuk secara
spontan atau sendirinya.
Sebagai contoh, ulat
timbul dengan sendirinya dari bangkai tikus, cacing timbul dengan sendirinya
dari dalam lumpur, dari gudang padi, ternyata munculah tikus. Faham ini lalu disebut juga sebagai abiogenesis makhluk hidup.
Source :
https://winaudina.wordpress.com/2013/05/31/tugas-miad-kehidupan-di-bumi/
0 komentar